Monday, January 6, 2014

Ikhwanul Muslimin 'Serang' Al-Qari' Misyari Rasyid

Info Mesir, Kuwait— Harian Al-Ahram Mesir, menurunkan berita perang verbal antara dai Ikhwanul Muslimin dan seorang ahli Al-Quran yang namanya tidak asing lagi bagi dunia Islam Syekh Misyari Rasyid al-Afasi yang berasal dari Kuwait. Ghunaim melakukan serangan verbal yang cukup pedas kepada al-Afasi sebagai balasan atas pernyataannya mengenai konflik di Mesir saat ini. Ghunaim meminta agar al-Afasi diam dan menuduhnya tidak mengerti dasar-dasar syariat, serta membantah seluruh tuduhan al-Afasi terhadap Ikhwanul Muslimin. Sementara itu al-Afasi mengomentari balik bahwa Ghunaim sedang melakukan takfir, seraya bertanya-tanya mengapa sampai sekarang Ghunaim belum juga meninggal dunia di jalan Allah.

Kejadian itu bermula dari 'kicauan' al-Afasi di situs jejaring sosial twitter. Sebagaimana disebutkan oleh harian CNN, al-Afasi memiliki follower lebih dari 3,5 juta orang. Dia berkicau mengenai kondisi Mesir saat ini. Dalam kicauannya dia berdoa: "Ya Allah, satukanlah barisan rakyat Mesir dalam kebaikan". Dia juga mengajak seluruh pihak yang bertikai untuk berdamai. Dalam twitternya dia berkata: "Umar bin Khatthab r.a. berkata saat perdamaian Hudaibiyah: "Tidakkah kita dalam posisi benar dan mereka dalam kebatilan?", namun Nabi saw. memilih berdamai. Lantas apakah perdamaian mensyaratkan kedua belah pihak sama-sama benar?"

Kemudian al-Afasi melanjutkan perkataannya: "Jangan berharap bahwa saya akan mendukung salah satu dari kedua belah pihak kaum muslimin yang bertikai. "Saat ini Ikhwan telah menyerangku secara verbal, hanya gara-gara saya mengajak adanya perdamaian antara rakyat Mesir. Sungguh sangat mengherankan kecintaan mereka kepada orang yang memerintahkan mereka untuk tetap berada di jalanan yang menyebabkan berjatuhnya korban dari umat Islam."

Al-Afasi menambahkan: "Saya tidak senang dengan pertikaian antar umat Islam. Saya berusaha untuk mencegah terjadinya pertumpahan darah dan perdamian sebelum terjadinya banyak korban –semoga Allah merahmati mereka semua." Kemudian al-Afasi melontarkan pertanyaan kepada jamaah Ikhwanul Muslimin: "Mengapa kalian gemar menuduh, menghina, dan merendahkan orang lain, padahal kalian mengajak ke dalam kebebasan dan lebih mengutamakkannya daripada syariat? Dulu kalian mengatakan bahwa Islam adalah solusi, namun sejatinya kalian musuh sekulerisme di kawasan Teluk dan Mesir, tapi teman sekulerisme di Turki….ini kontrakdikif."

Ghunaim membantah perkataan al-Afasi tersebut melalui rekaman video yang disebarkan di youtube. Dalam video tersebut, dia menolak bahwa Menteri Pertahanan Letnan Jenderal as-Sisi adalah orang Islam. Dia menuduhnya telah membunuh para demonstran, mengembalikan lagi duta besar Israel, dan Kedutaan Besar Suriah." Ghunaim menambahkan: "Apakah kamu menunggu kami duduk dan makan nasi dan daging hingga orang-orang Nasrani menguasai Mesir?"

Al-Afasi menanggapi pernyataan Ghunaim tersebut dengan hanya berkata: "Bantahan Ghunaim mengandung takfir (pengafiran) atas para penentang Mursi, dan menggolongkan mereka ke dalam barisan kaum Nasrani dan Sekuler, serta menghina dan membodoh-bodohkan mereka. Dia adalah sosok yang sering menyerukan jihad, namun sampai saat ini belum mati di jalan Allah."
(by: Info Mesir- halaman baru yang dibuat oleh mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Al-Azhar)
— with Moch Saif.
Share:

0 comments:

Post a Comment