Friday, January 10, 2014

ISIS Adalah Boneka Iran dan Suriah?



Perpecahan di antara faksi pemberontak semakin memanas. Kami menyimpulkan ada 3 kelompok besar militan dari kubu lawan:
1. FSA yang setia dibawah SNC yang memperjuangkan Demokrasi ala Amerika atau Negara Syariat ala Ikhwanul Muslimin
2. FSA yang keluar dari SNC dan bergabung dengan kelompok Jabhat al-Nusra yang memperjuangkan Khilafah ala Hizbut Tahrir
3. ISIS sebagai pendatang baru yang berusaha melebarkan sayap Daulah Islamiyah-nya dari Iraq yang semakin menambah carut marutnya kondisi Suriah

SNC sendiri adalah Oposisi yang berada dibawah payung Friends of Syria sang pencetus Protokolat Doha yang merugikan Suriah dan seluruh elemennya, SNC juga berfungsi sebagai Pemerintah Transisi jika suatu saat Assad Tumbang dan sebagai Oposisi utama di Suriah, dan jika Assad tumbang maka SNC lah yang berhak bersuara di kancah perpolitikan sedangkan organisasi pemberontak lainnya hanya akan dianggap teroris.

Ada perbedaan mencolok dari Jabhat al-Nusra dkk dengan ISIS yaitu pada bendera hitamnya, terdapat pedang membujur dibawah lafadz Tauhid dr Jabhat al-Nusra sedangkan ISIS lafadz "Muhammad Rasulullah" nya berada dalam lingkaran dan disusun terbalik jadi akan terbaca "Allah Rasul Muhammad" dari atas.
 

Selain bertempur (saling bunuh), muncul pula fitnah yang menggelikan yang dilakukan satu sama lain. Contohnya, cerita lucu yang satu ini.

Dr. Abdul Aziz Al - Fauzan , seorang professor fiqh perbandingan di Arab Saudi , menegaskan bahwa organisasi Negara Islam di Irak dan Syam , yang dikenal sebagai " Daish/ISIS ", adalah boneka buatan intelijen Iran dan Suriah untuk menggugurkan Revolusi Suriah .
Tentang peran " ISIS " di Irak , kata Dr. Al - Fauzan , dalam sebuah wawancara dengan Alarabiya , hari Minggu, bahwa Perdana Menteri Irak Nuri al - Maliki melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap Sunni dengan dalih memerangi ISIS/Daish. Beliau mengatakan bahwa organisasi ISIS telah berhasil dengan propaganda mereka melalui media-media dan slogan-slogan keagamaan yang berkaitan seputar Jihad di Suriah , dengan begitu mereka menipu rakyat Suriah yang tengah berjuang dengan tulus tanpa menyadari hakikat organisasi ini. Dia menekankan bahwa ISIS memasang perangkap yang menarik kaum muda yang ikhlas ingin berjihad demi agama dan negara asal mereka, dan organisasi ini mampu menyelinap ke dalam Suriah melalui daerah-daerah yang telah dibebaskan oleh para Mujahid dengan pengorbanan darah , dan langsung melakukan tawar-menawar kepada semua Mujahid dengan uang dan senjata, dan mencoba untuk menguasai perbatasan.

Menurut professor fiqh perbandingan ini bahwa beberapa operasi terbatas yang dilakukan oleh ISIS melawan rezim Suriah dimaksudkan untuk menebarkan pasir di mata (menutupi realita sebenarnya), sementara itu didalamnya ada orang-orang yang beramal dengan penuh keikhlasan karena Allah semata, dan organisasi ISIS dalam rangka untuk menyingkirkan mereka dengan berusaha menempatkan mereka di tengah-tengah pertempuran. Beliau menjelaskan bahwa beberapa pengikut ISIS adalah orang bayaran , sementara yang lainnya adalah para orang jahil yang tertipu dan tidak menyadari hakikat sebenarnya. Beliau mendesak semua orang beriman yang memiliki keikhlasan yang tergabung di ISIS untuk segera lari dan pergi demi keselamatan agama mereka dan bergabung dengan faksi-faksi mujahidin lokal di Suriah , seperti Jaisyul Hurr/Free Syirian Army dan Jabhah Islamiyah/Front Islam , dan lain-lain. (sumber: koepas.org)

Dapat dibayangkan, betapa sakit hatinya para pendukung ISIS di Indonesia membaca berita ini. Misalnya, pembaca setia Arrahmah.com yang selama ini sering memuja ISIS. Bisa dibaca contoh berita Arrahmah yang pro ISIS di sini yang isinya memaki-maki FSA, Syiah (dan Rusia). 

Nah, terkait berita bahwa “ISIS adalah boneka Iran”, silahkan baca komen di bawah sumber aslinya, sebagian langsung memaki-maki ini pasti dusta Syiah. Heran ya, mengapa yang disalahkan Syiah, padahal yang ngomong ‘profesor fiqih dari Arab Saudi’? Tentu saja, melihat situs tersebut isinya fitnah dan kebencian, berita yang ditulisnya sama sekali tidak bisa dipercaya. Admin hanya memuatnya di sini untuk menunjukkan bukti betapa di kalangan pendukung pemberontak bisa saling fitnah.
Share:

0 comments:

Post a Comment