
Taukah kamu dinegara jepang ada sebuah mafia yang paling ditakuti yang biasa disebut yakuza? Yap, kelompok mafia ini memang sangat terkenal. Mereka menguasai dunia bawah tanah jepang loh. Gak cuma itu yakuza memiliki bisnis bisnis kotor seperti narkoba hingga bisnis prostitusi yang gilak banget. Simak saja langsung beberapa fakta mencengangkan tentang prostitusi yang dilakukan mafia Yakuza ini !
Menjalankan prostitusi untuk phedopilia
Mereka gak cuma nyediakan prostitusi biasa! Tapi juga anak - anak laki ataupun wanita yang mereka jajakan. Ini disebapkan banyak permintaan dan juga tarifnya juga fantastis banget , mulai dari 2 juta per jam .
Yakuza juga punya ayam kampus
via : www.boombastis.cGak cuma di indonesia ya, Disana mereka juga memiliki ayam kampus disetiap universitasnya. Mereka berani membayar dengan harga tinggi dan biasanya pelanggan mereka adalah bos bos mafia. Mereka disewa gak cuma hanya untuk melayani hasrat semata ! tapi juga sering disiksa.Bisnis pijat plus plus juga dilakukan yakuza.Namun, tarif yang diberikan Yakuza cukup mahal. Untuk satu jamnya pelanggan bisa membayar hingga Rp 1,1 juta. Ini sepadan dengan wanita yang memberikan pelayanannya. Karena wanita-wanita pilihan sehingga harganya juga lebih mahal.
Satu hal yang sering bikin kesal penggemar JAV yaitu terlalu banyaknyaa bagian yang disensor, namun beda dengan DVD buatan Yakuza yang dinilai bebas dari sensor. Dan darisitulah peminat DVD porno buatan Yakuza ini banyak banget dan dengan demikian udah bisa ditebak omzet dari penjualan DVD porno itu bisa sampe jutaan yen dalam sebulan. fantastis bukan ?
Nyotaimori adalah istilah yang digunakan untuk wanita yang bersedia dijadikan nampan makanan. Memang kedengaran gak manusiawi, wanita yang gak pake busana itu akan berbaring dan di atasnya ada banyak makanan yang nantinya akan dimakan oleh penyewanya. Gak cuma sebatas itu, mereka juga boleh di apa-apain selama si penyewa mau bayar lebih. Harganya juga gak biasa, mereka dibayar minimal Rp. 1,4 juta per sesinya.






0 comments:
Post a Comment