Wednesday, January 8, 2014

SENJATA KIMIA TAHAP PERTAMA TELAH DIKELUARKAN DARI SURIAH


Bahan kimia bagian pertama dari gudang senjata Suriah telah dibawa keluar negeri oleh kapal kargo Denmark .bahan kimia yang menjadi prioritas telah dimuat ke kapal di pelabuhan Lattakia, barat laut Suriah, menurut pernyataan dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia ( OPCW ), badan yang mengawasi operasi .

Kapal pengangkut akan tetap berada dilepas pantai menunggu kiriman senjata kimia selanjutnya, yang mana pemerintah Suriah sudah setuju untuk menyerahkan .

Semua persediaan senjata kimia Suriah paling berbahaya dijadwalkan untuk dimusnahkan dari negara itu pada akhir bulan lalu, tetapi pengirimanya ke pelabuhan tertunda akibat pertempuran.

Dua komplek penyimpanan senjata kimia Suriah berada di tengah-tengah medan perang , sedangkan jalan utama dari Damaskus ke pelabuhan sempat terlepas dari dari tangan pemerintah untuk beberapa minggu.

" Ini merupakan langkah penting dimulainya pengiriman bahan kimia ini sebagai bagian dari rencana untuk memusnahkan semua persediaan senjata kimia yang ada di luar wilayah Suriah " kata Mehmet Uzumcu,direktur jenderal OPCW .

" Saya mendorong pemerintah Suriah untuk mempertahankan momentum untuk menghapus bahan kimia yang menjadi prioritas yang masih tersisa, dengan cara yang aman dan tepat waktu , sehingga semuanya dapat dihancurkan di luar Suriah secepat mungkin. "

Kapal Denmark didampingi oleh angkatan laut Norwegia dan Denmark - serta setidaknya satu kapal dari pemerintah Suriah .

Seorang awak BBC yang telah berada di atas kapal perang Norwegia untuk menyaksikan transfer pelepasan senjata kimia atas permintaan Suriah .

Bahan kimia yang paling berbahaya , termasuk sarin , gas saraf yang digunakan di serangan Damaskus , akan dihancurkan di laut oleh angkatan laut Amerika Serikat .

Pelucutan senjata kimia Suriah ini terasa timpang karena pihak pemberontak pun memiliki senjata kimia, namun PBB dan AS sama sekali tidak mengambil tindakan terhadap mereka. Pemerintah Suriah selama ini menyimpan senjata kimia untuk pertahanan (deterrence) melawan Israel yang juga memiliki senjata pembunuh massal (bom nuklir). 
Dalam beberapa serangan senjata kimia yang terjadi dalam konflik Suriah, rezim Assad selalu dituduh sebagai pelakunya, meski bukti-bukti menunjukkan sebaliknya. Misalnya, dalam serangan di Ghouta (Agustus 2012), segera terbukti bahwa senjata kimia yang meledak adalah milik pemberontak

referensi: 
-breakingnews.sy
- senjata kimia di suriah
Share:

0 comments:

Post a Comment